Sumur Bor Dan Berak Dalam Plastik

 


Selain makan dan tempat tinggal kita juga membutuhkan jamban, namun banyak yang lebih dulu memenuhi keperluan seperti android, soal buang hajat itu boleh di bungkus buang. 

Cara berfikir dan budaya itu beda - beda. Kita  tidak lagi melihat masyarakat  di desa Nga buang air besar di paret - paret atau kita tidak lagi menjumpai yang membungkus dalam plastik lalu buang ke hutan. Satu pencapaian yang bagus kerena di desa kita dapat dibangun setiap satu rumah satu jamban, masyarakat mendapat manfaat dari dana desa.

Walaupun awalnya mendapat penolakan namun akhirnya dapat terlaksana juga berkat kegigihan masyarakat memperjuangkan.

Setiap tahun desa kita juga mengalami krisis air bersih.Antara satu hingga tiga bulan atau di awal tahun. Pada puncak musim kemarau masyarakat ada yang  sempat mandi dengan air yang berlumpur. 

Air bersih merupakan keperluan yang sangat penting. Kami masyarakat memerlukan sumur bor, kami masyarakat tidak mampu membuatnya sendiri. Seandainya tidak dapat di buat setiap satu rumah satu, untuk satu lorong satu, pun jadilah.

Kami sangat berharap projek ini masuk kedalam musyawarah pembangunan di desa Nga dan semoga mendapat sokongan semua pihak.



Ibnuhajar Nurdin
aduanwargakita@gmail.com











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Qanun Ketertiban Hewan Ternak, Apa Kata Syeikh Abdul Qadir Jailani

Tangkap Saja si Penipu Ini, Kalau Bukan Kenapa Projectnya Mengkrak

Pangkalan Gas Guna Bahasa Isyarat, Elak Menipu

Layanan Pajak Warung Kopi, Nikmati Sedapnya Lontong di Cek Wan Kupi

Usir Pedagang, Penguasa di Lhokseumawe Blokir Jalan

Rizayati Penipu Ulung

Partai Aceh Kerjanya Makan Tidur - Makan Tidur Saja