Misteri Besi Tua Desa Nga


Gambar ilustrasi: Mesin bajak tanah sawah di desa Nga terbiar jadi besi tua. Ada yang aneh kenapa tidak digunakan


Kebetulan saya duduk di sebuah warung kopi di kampung desa sekitar Meurah Mulia. Datang seorang tengku menawarkan satu unit traktor bekas tapi baru belum pernah di pakai. Tengku itu menyebut traktor itu adalah barang hibah dari pemerintah. Diberikan kepada kelompok tani.

Itu orang punya kerja cari makan, saya hanya bisa berkata dalam hati "itulah kerja orang kita, minta mengatasnamakan rakyat, sudah dapat , diam - diam jual." Padahal kalau traktor ini digunakan secara bersama hasilnya bisa mengurangkan kos produksi bagi petani. Perkara seperti ini tidak boleh didhahirkan kalau tidak setuju ianya cukup dalam hati. Silap - silap kita bisa dikucilkan bahkan di anggap sebok ngurusin urusan orang lain. 

Di saat ekonomi yang sedang hancur sehancur - hancurnya kami rakyat sangat membutuhkan bantuan modal baik itu berupa alat kerja. Kami sangat berharap ada satu tractor yang di parking lama di desa Nga kalau di gunakan secara bersama - sama ianya dapat membantu meringankan kos produksi kita. Tapi entah mengapa mesin ini   dibiarkan menjadi besi tua .

Informasi dari masyarakat mesin ini juga hibah dari pemerintah. Ada pihak bukan menggunakan untuk kesejahteraan masyarakat tapi malah mencari keuntungan pribadi. Informasi beredar di masyarakat pada mulanya mesin ini baru, kemudian dijual dan uangnya di bagi sesama sendiri. Namun kerja ini tercium oleh masyarakat, untuk menutupi mulut masyarakat maka di beli yang bekas sebagai bukti kalau barang itu masih ada. Masuk akal bukan? Barang datang masih baru, tak di pakai tapi barang sudah seperti barang lama. Akhirnya program desa tangguh tidak mampu menghasilkan untuk ketahanan pangan. Wallahua'lam .






aduanwargakita@gmail.com






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Qanun Ketertiban Hewan Ternak, Apa Kata Syeikh Abdul Qadir Jailani

Tangkap Saja si Penipu Ini, Kalau Bukan Kenapa Projectnya Mengkrak

Pangkalan Gas Guna Bahasa Isyarat, Elak Menipu

Layanan Pajak Warung Kopi, Nikmati Sedapnya Lontong di Cek Wan Kupi

Usir Pedagang, Penguasa di Lhokseumawe Blokir Jalan

Rizayati Penipu Ulung

Partai Aceh Kerjanya Makan Tidur - Makan Tidur Saja