Postingan

Menampilkan postingan dengan label LHOKSEUMAWE

Tunjuk Pihak Lain Atur Pasar Inpres Tak Lagi Strategis

Gambar
Di tahun 1995 penulis sering belanja ke Pasar Inpres Lhokseumawe, penulis melihat pedagang sangat berleluasa menyusun barang dagangan karena mereka pedagang menempati lapak kira kira 3 sampai 4 meter persegi. Sudah sekian lama absen sekitar tahun 2015 penulis datang melihat - lihat lapak - lapak di Pasar Inpres itu ada yang semakin besar dan ada yang makin kecil sampai - sampai tak bisa lagi di buat untuk berniaga.  Begitulah jika pengaturannya di harapkan kepada pihak - pihak yang tidak bertanggung jawab, mereka bukan memajukan tapi hanya mementingkan kepentingan sendiri. Seorang ibu - ibu mendapat lapak dari orang ketiga bukan langsung dari Disperindag  itupun ganti rugi yang mahal sekali, sudahlah mahal ukurannya pun kurang dari 2 x 2 meter. Ukuran yang sempit itu paling boleh jual kangkung yang di petik dari paret - paret atau sawah - sawah. Ketika musim kemarau jangankan kangkung rumputpun tak ada barang. Terpaksa ibu - ibu ini menjual gorengan. Barang lain tak sesuai kar...

Penguasa Ukir Prestasi, Rakyat memuji

Gambar
  Selamat datang di cek wan kupi Ketika saya masih bekerja di "SUNWAY LEGON HOTEL and SPA" hampir di setiap minggu di waktu luang saya duduk di sebuah gerai makan di jln masuk ke kampong Datok Harun Petaling Jaya Malaysia.   Saya memperhatikan peniaga lemang di pinggir jalan gerai berkenaan. Peniaga itu membawa lemang yang sudah siap untuk di panggang di tempat ia berniaga. Mata saya tidak lepas memperhatikan peniaga itu melayani pembeli yang datang dan pergi tiada henti. Di negeri bertuah itu ada "PERIZINAN" khusus bagi peniaga, mereka tidak boleh berniaga di sembarangan tempat.  Pantas saja pihak berkuasa akan menertibkan bahkan merampas barang - barang peniaga yang berdegil tidak ikut aturan. Aturan itu di buat untuk kebaikan para peniaga itu sendiri. Ketika penguasa setempat menghampiri peniaga lemang itu, ramai orang mengira akan di rampas dan di gusur. Sangkaan orang ramai ternyata salah.  Ada yang istimewa perlakuan pihak berkuasa terhadap penjual lem...

Panjat Kelapa Tak Kisah Janji Halal, Mantan Politisi Partai Aceh

Gambar
Selamat Datang Di Cek Wan Kupi "Kalau kita kreatif mudah - mudahan bisa hidup di Aceh", tulis si perempuan mantan politisi Partai Aceh yang juga kata beliau adalah mantan juru runding RI - GAM Tokyo di FB-nya.  "Lihat saja tukang panjat kelapa satu hari dapat dua ratus, satu bulan sudah berapa?". Kata perempuan itu. "Bak ji pegah pu payah, yang mangat ateah jih ta grop", ngunjing bang Mae. "Saya pernah beli satu becak terus saya cuba panjat kelapa, paling saya boleh panjat dua, tiga pohon.  Kalau tiap hari barangkali bisa kena impoten. Saya cuba pakai tukang panjat, hitung - hitung tak cukup". bilang bang Mae  Permintaan pasar untuk buah kelapa yang semakin tinggi sekarang ini, ada "MUGE" lebih kerab datang memanjat jadinya buah belum sempat tua baru masak sudah di petik.  Bagi yang tidak bisa panjat sendiri tidak dapat untung karena buahnya semakin sedikit. Jerih payah orang dahulu menanam pohon kelapa hingga kita bisa petik sekaran...

Aduh, Lontongku Lembek Bang Aji Cari Lain

Gambar
Klik untuk lihat lebih banyak di menu Ramai orang mencari obat untuk menyelesaikan masalah intim, sebenarnya obatnya itu ada pada pasangan kita sendiri. Cuma masalahnya malas untuk mempelajari.  Tahukah anda, untuk mencapai titik klimak secara bersama - sama dengan pasangan itu sangat mudah untuk dilakukan kalau anda tahu caranya dalam waktu yang sangat singkat, bahkan wanita akan mencapai klimak terlebih dulu.  Oya teman - teman masalah ini kita bicarakan nanti. Isteri bang Aji mengeluh karena suaminya tak suka lontong buatannya, karena terlalu lembek, itu sebabnya bang Aji sering ke kafe "CEK WAN KUPI" jln kp3 Pantai Jagu Lhokseumawe. Lontong di "CEK WAN KUPI" banyak sedap katanya. Kami panggil dia bang haji, kami pangkas huruf h nya jadi bang aji karena memang belum pergi haji, bang Aji makanan favoritnya lontong, sering - sering ke "CEK WAN KUPI" karena bang Aji tak suka Ajinomoto.  Lontong di "CEK WAN KUPI" adalah aman, kami sediakan untuk a...

Ada Yang Tak Pakai Celana Dalam Razia Patuh Polantas Cunda

Gambar
  https://mitratnipolri.com/personel-polantas-cunda-melakukan-razia-operasi-patuh-seulawah/ Kamis petang 3 Agustus 23, saya seperti biasa melintas pulang ke Geudong. Sampai ke jembatan Cunda ada pengguna jalan berpatah balik memberitahu saya ada razia di depan polantas Cunda.  Saya terus berjalan perlahan mendekati tidak ada papan tanda di pasang sehingga saya nampak polisi sedang mengarah pengemudi yang bermasalah untuk berhenti, sayapun perlahan ke tepi jalan. "Jalan saja bang" kata tukang jual somai "BUNDA". Nggak berani saya, ada yang nggak beres dengan sepeda motor saya, uang ada lapan puluh, mau saya hantar ke anak saya yang sedang belajar di Dayah Hilal Al - Ziziyah Nibong. Nyo pih ka lon pesapat ka sigo minggu. Lonpreh jan - jan abeh operasi.  Peng nyo jeat ji guna le nek lon.  "Asai na helm han ji drop bang", tambah penjual somai "BUNDA" lagi. Helm saboh sagai, ureang bonceng hana. Jangankan untuk beli helm, celana dalampun sudah bolong ...

Usir Pedagang, Penguasa di Lhokseumawe Blokir Jalan

Gambar
  https://www.kba.one/news/pemkot-blokir-jalan-waduk-kota-lhokseumawe-secara-permanen-warga-protes/index.html Upaya pemerintah untuk membuat kota Lhokseumawe bersih, indah dan tertata rapi nampaknya belum kesampaian.  Lihat saja pedagang ikan tidak menggunakan tempat yang telah disediakan. Mereka berjualan ikan disepanjang jalan, selain menimbulkan bau yang tak sedap juga tak indah jika mata memandang. Sudah saatnya Pemkot Lhokseumawe menerapkan perizinan yang serius kepada pedagang kaki lima di sekitar Lhokseumawe. Ini akan menambah pendapatan bagi pemerintah.  Bagi yang melanggar boleh dikenakan sanksi. Selama ini sepertinya pedagang berjualan sesuka hati. Akibatnya ya kita saksikan dengan mata kepala sendiri tempat jualan di jadikan tempat tinggal, tempat parking dijadikan tempat jualan kopi, di sepanjang pinggir jalan  malah  dijadikan tempat jual ikan . Masyarakat perlu di beri pencerahan secara terus menerus, selama ini pedagang dengan bebas berjualan d...

Layanan Pajak Warung Kopi, Nikmati Sedapnya Lontong di Cek Wan Kupi

Gambar
  D ulu dikenal dengan COFFEE TIME sekarang CEK WAN KUPI Jln kp 3 Lhokseumawe. Setiap hari Rabu  jemput  pajak online (JEMPOL) di CEK WAN KUPI, masyarakat boleh membayar pajak secara santai di kedai kopi. Pastikan COFFE TIME anda di Cek Wan Kupi Jln kp 3 Lhokseumawe Mereka membawa set alat kerja untuk mencetak dokumen yang diperlukan. Di cafe ini ada  menyediakan sarapan pagi. Silakan KLIK MENU , yang paling penting pastikan COFFEE TIME anda di CEK WAN KUPI Jln kp 3 Lhoksemawe. Layanan Pajak Warung kopi di CEK WAN KUPI Perlu di hargai upaya SAMSAT untuk  menjemput pengguna kendaraan membayar pajak kendaraan mereka secara santai cepat dan mudah di CEK WAN KUPI Jln kp 3 Kota Lhokseumawe Aceh.   Bapak - bapak, ibu - ibu, selesai urusan dengan SAMSAT jangan buru - buru, rilex dan nikmati nikmatnya kopi di CEK WAN KUPI, mahu pesan LONTONG juga ada. Siap melayani masyarakat yang melakukan perpanjangan pajak kendaraan, sila ke "CEK WAN KUPI" setiap hari Rab...